Selasa, 09 Desember 2014

Tentang Kutorojo

  Terletak di Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan desa Kutorojo merupakan desa yang mempunyai potensi besar untuk berkembang. Desa kutorojo terdiri dari 4 dusun yaitu dusun kutorojo, silawan, gunung telu, dan purwodadi dengan lebih dari 1400 penduduk. Luas Desa Kutorojo sekitar 749,015 ha dengan luas masing-masing dusun : Dusun Kutorojo 8,290 ha ; Dusun Purwodadi 9,109 ha ; Dusun Gunung Telu 11,258 ha ; dan Dusun Silawan 5,117 ha.
  Kutorojo memiliki berbagai macam potensi yang dapat di kembangkan mulai dari makanan sampai ke seni budaya nya . Dari segi makanan bisa kita ketahui , kutorojo merupakan salah satu penghasil kopi dan gula aren , disana juga terdapat bahan dasar bumbu yaitu kluwek atau pucung , biasa dipakai untuk rawon. Dari segi seni budaya , kutorojo terdapat sejarah mengenai ronggeng atau tarian asli jawa . Ronggeng masih sering di pakai sampai sekarang untuk upacara ritual yang biasa disebut baritan atau nyadran oleh warga desa kutorojo. Ronggeng tersebut bertujuan untuk menghibur para warga disana dan juga para leluhur, ritual tersebut di gelar bertujuan agar desa kutorojo di beri perlindungan dari bencana alam dan di beri kelancaran dalam bertanam.

Goa Putri




Curug Luhur






Rabu, 12 November 2014

Asal Usul Kutorojo

Terletak di Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan desa Kutorojo merupakan desa yang mepunyai potensi besar untuk berkembang.Desa kutorojo terdiri dari 4 dusun yaitu dusun kutorojo, silawan, gunung telu, dan purwodadi dengan lebih dari 1400 penduduk.

Asal - usul desa kutorojo diawali dengan datang nya putri dari Kerajaan Mataram pada abad ke 17 yang bersembunyi di goa di wilayah tersebut, dengan di jaga seorang pengawal pribadi yang bernama Ki Gedhe Kutomoyo dan putri tersebut bersemayam di goa tadi yang sekarang di sebut goa putri , di sekitar goa putri terdapat sebuah air terjun dengan dua cabang sumber air yang di gunakan oleh sang putri untuk mandi yang di namakan curug luhur.

Setiap harinya Ki Gedhe Kutomoyo menjaga sang putri dari kejauhan tepatnya di sebuah batu raksasa, batu ini berdiri di atas sebuah batu lebih kecil bagaikan sebuah payung , batu ini kemudian dinamakan batu payung.

Namun setelah sekian waktu sang putri akhirnya ditangkap oleh belanda dengan menggunakan jala sutra dan dibawa ke Batavia. Ki gedhe Kutomoyo kebingungan karena dia tidak berdaya saat sang putri di bawa ke batavia dan dia tidak bisa kembali ke keraton mataram, dia duduk termangu di sebuah pasiten atau petilasan yang kemudian dinamakan candi kutomoyo, dan sumber air yang berada di dekatnya di namakan telaga pakis yang biasa digunakan oleh Ki gedhe kutomoyo untuk mandi.

Saat Ki Gedhe Kutomoyo kebingungan dan duduk termangu datanglah 3 orang , mereka adalah Ki Gedhe Wangsaraga , Ki Gedhe Caturaga , ki Gedhe Kertasari. Mereka berempat lalu bermusyawarah dan mendapat kesimpulan, lalu Ki Gedhe Wangsaraga , Ki Gedhe Caturaga , ki Gedhe Kertasari di beri mandat oleh ki gedhe kutomoyo untuk membentuk sebuah tempat untuk penduduk tinggal atau sebuah dusun.

Ø Ki Gedhe Wangsaraga membuat dusun Gunung telu, di katakan gunung telu karena di kelilingi oleh 3 gunung => timur laut : gunung munggang asem , barat daya : gunung simangli , tenggara : gunung kruas
Ø Ki Gedhe Caturaga membuat dusun Kutorojo, di katakan kutorojo karena => di beri mandat oleh Kutomoyo > Kuto , mangkuto puteri rojo / pernah di tinggali putri raja > Rojo => Kutorojo
Ø Ki Gedhe Kertasari membuat dusun Binangun => lalu ada kejadian ketiban lintang dan disana 35 hari tidak pernah gelap , dan akhirnya dusun tadi disebut desa silawan.

Setelah mereka selesai membuat sebuah dusun atau tempat tinggal penduduk maka mereka ber tiga kembali ke tempat Ki Gedhe Kutomoyo duduk atau di petilasan nya , namun beliau tidak di temukan di manapun.

Dengan menyebar nya kabar tentang adanya desa di daerah tersebut maka datang penduduk-penduduk dari daerah lain yang salah satu nya bernama Ki Gedhe Singawangsa yang sakti dan Ki gedhe Singawangsa tadi di beri mandat untuk menjaga desa kutorojo dan sekitarnya oleh Ki Gedhe Kutomoyo setelah dia bersemedi di petilasan nya Ki Gedhe Kutomoyo , yaitu candi kutomoyo tadi.
Setelah di beri mandat untuk menjaga desa , Ki Gedhe Singawangsa menjaga desa di atas sebuah bukit di sebuah petilasan yang sekarang di beri nama Petilasan Candi Singawangsa.